Kamis, 09 Maret 2017

Komputer dan Guru

A.      Komputer
a.    Pengertian Komputer
Definisi Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena  luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer.
Menurut Hamacher , komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
Menurut Blissmer, komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
a)    Menerima input
b)   Memproses input tadi sesuai dengan programnya
c)    Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
d)   Menyediakan output dalam bentuk informasi

Hasil gambar untuk diagram input proses output  komputer
Sedangan Fuori  berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
b.   Komponen-komponen komputer
Komponen – komponen dalam sistem komputer terbagi 3, yang tidak bisa terpisahkan yaitu :
1.    Hardware ( Perangkat Keras )

  • ·         Processing Device
  • ·         Input Device
  • ·         Output Device
  • ·         Storage Device
2.    Software ( Perangkat Lunak )

  • ·         Operating System
  • ·         Application Program
  • ·         Language Program
3.    Brainware ( Orang Yang MengoperasikanKomputer )

c.    Penggolongan Komputer
Penggolongan Komputer Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.
1.    Berdasarkan Data Yang Diolah

  • ·         Komputer Analog
  • ·         Komputer Digital
  • ·         Komputer Hybrid
2.    Berdasarkan Penggunannya

  • ·         Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
  • ·         Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
3.    Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya

  • ·         Komputer Mikro (Micro Computer)
  • ·         Komputer Mini (Mini Computer)
  • ·         Komputer Kecil (Small Computer)
  • ·         Komputer Menengah (Medium Computer)
  • ·         Komputer Besar (Large Computer)
  • ·         Komputer Super (Super Computer)
4.    Berdasarkan Generasinya
Teknologi informasi dan komputer pada awal abad ke-21 ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Teknologi ini pada prinsipnya adalah untuk melayani kebutuhan informasi secara tepat waktu (fast), tepat guna (accurate), dan tepat sasaran (relevant). Informasi memenuhi kebutuhan tepat waktu jika dapat tersedia pada saat dibutuhkan, sehingga memerlukan kecepatan proses. Kebutuhan tepat guna akan terpenuhi jika informasi yang dihasilkan benar sehingga mendukung pengambilan keputusan yang benar. Sementara penggunaan informasi tersebut baru dapat dirasakan manfaatnya jika diberikan kepada orang yang tepat dan benar-benar memerlukannya, sehingga informasi juga harus relevan terhadap penggunanya.
Perkembangan teknologi komputer tidak hanya mencakup teknologi yang digunakan, tetapi juga merambah sampai ke metoda pengembangan sistem informasi dan konsep-konsep yang merupakan bagian infrastruktur dari suatu sistem dan teknologi informasi. Dengan ditemukannyanya abakus sebagai alat hitung biasa, sampai memasuki Komputer generasi pertama sebagai tonggak sejarah komputer modern dari 6 dekade yang lalu. Perkembangan komputer hingga saat ini sudah memasuki komputer generasi kelima. Sejarah Komputer  Modern dari Generasi ke Generasi yakni :

·      Generasi Pertama (1946-1959)




Generasi pertama ini dikenal sebagai gelombang one computer, many people atau satu komputer, banyak pemakai. Era ini ditandai dengan digunakannya teknologi Mainframe yang mulai berkembang pada awal tahun 40-an. Teknologi ini mencapai puncak kepopuleran pada tahun 70-an sampai awal 80-an. Namun, seiring perkembangan teknologi komputer, pada pertengahan 80-an, Mainframe sudah mulai ditinggalkan karena tergeser oleh teknologi mini computer dan Personal Computer (PC).
Walaupun komputer sebelum tahun 1946 sudah elektronik, tetapi tidak dimasukkan sebagai komputer generasi pertama. Komputer generasi pertama di mulai pada tahun 1946, karena komputer generasi ini adalah komputer elektronik yang menggunakan konsep Stored Program (operasi komputer di kontrol oleh program yang disimpan di memori komputer, sedang komputer elektronik sebelumnya program tidak dapat disimpan di memori komputer, hanya tiap-tiap instruksi dibacakan ke komputer, sedang program adalah kumpulan dari instruksi).[7]
Stored Program merupakan suatu konsep yang cukup dramatis. Dengan Stored Program, tidak perlu merubah isi komponen dalam komputer untuk masing-masing aplikasi baru yang berbeda. Hanya program baru untuk aplikasi itu saja yanh dibacakan ke komputer dan disimpan di memori komputer. Program dibuat dengan bahasa mesin, yang terdiri dari instruksi-instruksi angka 0 dan 1 di dalam urutan-urutan yang tertentu.
Perkembangan komputer lain pada masa itu adalah Electronic Numerical Integrator And Computer (ENIAC), ENIAC mulai dibuat tahun 1942 di Moor School of Electrical Engineering yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. ENIAC merupakan komputer yang berukuran besar, membutuhkan tempat lebih dari 500 m2 , Volume 105 m3, Terdiri dari 18.000 tabung vakum,  75.000 relay dan saklar, 10.000 Kapasitor, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder. Berat ENIAC lebih dari 30 ton. ENIAC mempunyai suatu memori yag terdiri dari 20 buah accumulator, masing-masing accumulator dapat menyimpan 10 digit bilangan. ENIAC mampu melakukan 5000 buah pertambahan 10 digit angka dalam waktu 1 detik dan mampu melakukan 300 buah perkalian dalam waktu 1 detik. ENIAC dapat mengolah data dalam waktu sehari untuk pekerjaan yang dilakukan selama 30 hari oleh komputer sebelumnya atau 300 hari bila dikerjakan oleh tangan secara manual. Semua input dan output dilakukan dengan kartu plong.[8]
Komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I. Pada pertengahan tahun 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan Tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.
Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer).
Berdasarkan konsep Von Neumann, maka Mauchly dan Eckert berusaha membuat komputer yang lebih canggih dari ENIAC, yaitu yang diberi nama EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer).[9]
Negara Inggris tidak ketinggalan. Universitas Cambridge  membangun komputer juga yang diberi nama EDSAC (Electronic Delayed Stroge Automatic Computer). Melihat potensi besar yang muncul dengan kelahiran komputer, maka Eckert dan Muchly mendirikan perusahaan swasta pembuat komputer komersial pertama yang diberi nama UNIVAC (Universal Automatic Computer), dan sampai sekarang ini masih ada dan bergabung dengan perusahaan Burrough dengan nama baru yaitu : Perusahaan UNISYS.
Komputer komersial diawali oleh UNIVAC (Universal Automatic Computer). Ini merupakan sebuah komputer yang dibangun oleh dua ilmuan yaitu Mauchly dan Echert serta digunakan pada sensus Amerika Serikat pada tahun 1947. Kemudian, secara garis besar komputer ini digunakan pada tahun 1942 hingga tahun 1955. Selanjutnya bermunculan perusahaan – perusahaan yang ikut membuat komputer, tercatat pada masa itu antara lain adalah IBM, Burroughs, RCA, Honeywell.[10]
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploitasi potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini tentu saja meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah Komputer Z3, untuk mendisain pesawat terbang dan peluru kendali.

Adapun Ciri-ciri komputer generasi pertama, yakni ;
1.      Menggunakan vacum tube ( Tabung Hampa Udara) sehingga komputer generasi pertama ini memiliki ukuran yang sangat besar
2.      Menggunakan bahasa mesin sehingga kecepatan kerjanya sangat lambat dan memiliki memori yang sangat kecil.
3.      Untuk menjalankannya membutuhkan panas yang sangat tinggi.
4.      Kemampuan ENIAC hanya dapat melaksanakan 300 operasi perkalian tiap detik.
5.      Program hanya dapat di buat dengan bahasa mesin
6.      Menggunakan konsep stored program dengan memori utamanya adalah magnetic core storage.
7.      Prosesnya kurang cepat
8.      Membutuhkan daya listrik yang besar
9.      Orientasinya lebih utama pada aplikasi bisnis[11]

Selain itu, Adapun kelebihan dan kekurangan komputer generasi pertama, yakni
Kelebihan :
Dapat menghitung data dalam hitungan milidetik
Mempunyai vacuum tube yang memungkinkan komputer modern dibuat

Kekurangan :
1.      Ukurannya sangat besar
2.      Mengkonsumsi sangat banyak energi
3.      Cepat panas karena terdapat ribuan vacuum tubes
4.      Belum dapat diandalkan untuk melakukan pekerjaan berat
5.      Memerlukan AC
6.      Pemeliharaan yang rumit
7.      Biaya produksi yang mahal
8.      Penggunaanya yang masih terbatas
9.      Lambat dalam bekerja
10.  Kemampuan pemrograman terbatas
11.  Bahasa mesin terbatas
12.  Kapasitas penyimpanan data sangat kurang
13.  Tidak fleksibel dan sulit untuk dipindahkan

·      Generasi  Kedua (1959-1965)



“Kelahiran komputer generasi kedua, diawali dengan penemuan semi konduktor”.[12]
 Semi kondukter adalah suatu bahan yang bersifat sebagai setengah penghantar arus listrik. Sebagai penghantar kemampuannya tidak sebaik tembaga. Bahan semi konduktor ini ternyata dapat dipakai untuk membuat suatu alat yang bernama Transistor. Alat ini mempunyai cara kerja yang mirip dengan Tabung hampa, sehingga dapat dipakai untuk menggantikan fungsi tabung hampa. Dengan demikian maka komponen-komponen komputer yang mulanya dibuat dengan menggunakan tabung hampa sekarang dapat digantikan dengan Transistor.
Transistor ditemukan di Bell Laboratories pada tahun 1947 oleh John Bardeen, William Shockley dan Walter Bratain. Shockley membuat perusahaan yang diberi nama Schockly semicoductor  pada tahun 1955. Perusahaan ini berlokasi di Palo Alto California. Kemudian beberapa pegawai perusahaan Shockley membuat perusahaan baru yang bernama Fairchild Semiconductor, dan selanjutnya beberapa pegawai Fairchild membuat perusahaan baru yang menjadi sangat terkenal sampai sekarang ialah Intel Corporation. Salah satu dampak nyata penggunaan transistor adalah ukuran komputer yang berkurang. Hal itu karena vacuum tubes yang diganti dengan berbagai transistor di dalam komputer tersebut.
Pada awal tahun 1960-an,mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di Universitas, dan di pemerintahan, Contoh dari komputer yang hadir pada generasi kedua ini adalah IBM 7094 series, IBM 1400 series, dan CDC 164, UNIVAC 1107, Honeywell 1604 dan lain-lain. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Pada masa ini perangkat lunak juga mulai berkembang. Para ahli perangkat lunak mulai mengembaikan  bahasa komputer Aras tinggi yang dapat dipakai oleh orang awam untuk menyusun program komputer. Bahasa Aras Tinggi yang pertama dikembangkan adalah bahasa FORTRAN (Formula Translation). Hail ini semakin memacu perkembangan komputer.[13]
Komputer yang hadir pada generasi kedua ini juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan Komputer pada saat ini : printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi,  dan program. Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Adapun Ciri-ciri komputer generasi kedua, yakni :
Komponen yang dipergunakan adalah transistor untuk sirkuitnya
Program dapat dibuat dengan bahasa tingkat tinggi
Kapasitas memori utama sudah cukup esar dengan pengembangan dai magnetic core storage, dapat menyimpan puluhan ribu karakter
Menggunakan simpanan luar megnetic tape dan magnetic disk yang berbentuk removable disk atau disk pack
Pengolahan data sedikit lebih cepat dibandingkan dengan komputer generasi pertama.
Kebutuhan panasnya tidak terlalu tinggi.
Ukuran fisiknya lebih kecil dari ukuran komputer generasi pertama.
Proses operasi sudah cepat, dapat memproses jutaan operasi per-detik
Orientasinya tidak hanya pada aplikasi bisnis, tetapi juga ke aplikasi teknik
Mempunyai kemampuan Proses real time dan time sharing[14]

Selain itu, terdapat juga kelebihan dan kekurangan komputer generasi kedua, yakni :
Kelebihan :
1.      Lebih kecil dibandingkan dengan komputer generasi pertama.
2.      Komputer lebih handal
3.      Menggunakan sedikit energi sehingga tidak membuat komputer terlalu panas
4.      Penggunaan komersial yang lebih luas
5.      Portabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan komputer generasi pertama
6.      Kecepatan yang lebih baik dan bisa menghitung data dalam mikrodetik
7.      Menggunakan peripheral lebih cepat seperti tape drive, disk magnetik, printer, dll
8.      Akurasi meningkat

Kekurangan :
1.      Sistem pendingin yang masih diperlukan
2.      Perawatan konstan yang sangat diperlukan
3.      Produksi komersial yang sulit
4.      Hanya digunakan untuk tujuan tertentu
5.      Mahal dan tidak fleksibel
6.      Kartu Puch digunakan untuk input

·      Generasi Ketiga (1965-1970)

Hasil gambar untuk generasi ketiga komputer 1965-1970
        
        Kelahiran komputer ketiga di tandai dengan berkembangnya teknologi pembuatan untai Terpadu (IC = Integrated Circuit)[15]. Komputer generasi ketiga menggunakan sistem sirkuit terpadu ( IC ). Jack Kilby mengembangkan konsep sirkuit terpadu pada tahun 1958 dan Ini adalah penemuan penting dalam bidang komputer. IC pertama kali ditemukan dan digunakan pada tahun 1961 denga ukuran sebuah IC sama dengan ¼ inci persegi.
Transistor tetap digunakan pada komputer generasi ketiga karena sebuah chip IC dapat berisi ribuan transistor. Beberapa hal yang ditonjolkan melalui pengembangan komputer generasi ketiga ini adalah komputer yang menjadi lebih kecil ukurannya, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih murah. Sekitar tahun 1970 komputer generasi ini sudah dapat dibeli di pasaran. Contoh-contoh komputer generasi ketiga adalah IBM 370, IBM System/360, UNIVAC 1108, dan UNIVAC AC 9000.
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC: integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor.
Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang berfungsi untuk memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Pada saat itu mulai juga dikembangkan alat bantu magnetis yang berupa cakram magnetis yang dapat dipakai sebagai alat akses langsung, demikian juga sistem pemakaian komputer secara online dengan menggunakan terminal jarak jauh mulai dikembnagkan. Banyak perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan fasilitas komputer secara online, antara lain perusahaan penerbangan.[16]
Adapun Ciri-ciri komputer generasi ketiga, yakni :
Komponen yang dipergunakan adalah IC dan Menggunakan MIC (Monolotic Itered Circuit)
Peningkatan dari Sofwarenya
Memiliki memori lebih besar dari generasi kedua
Memiliki kecepatan yang lebih besar dan lebih tepat
Memiliki ukuran fisik yang lebih kecil dari generasi kedua
Menggunakan penyimpanan luar yang sifatnya random access
Penggunaan listrik lebih hemat
Memungkinkan untuk melakukan multiprocessing, yaitu dapat memproses sejumlah data dari sumber-sumber yang berbeda pendapat pada waktu yang bersamaan dan multiprogramming, yaitu dapat mengerjakan beberapa program sekaligus.
Pengembangan dari alat input-output yang menggunakan visual display terminal yang bisa menampilkan gambar-gambar dan grafik, dapat menerima dan mengeluarkan suara, serta penggunaan alat pembaca tinta megnetik yaitu MICR reader.
Kemampuan melakukan komunikasi data dari satu komputer dengan komputer lainnya.[17]

Selain itu, adapun kelebihan dan kekurangan komputer generasi ketiga, yakni :
Kelebihan :
Lebih kecil dibandingkan dengan generasi sebelumnya
Lebih handal
Energi yang diperlukan lebih sedikit
Menghasilkan sedikit panas dan jauh lebih seidkit dibandingkan dengan komputer sebelumnya
Kecepatan yang lebih baik dan bisa menghitung data dalam nanodetik
Kipas sudah digunakan untuk pembuangan panas untuk mencegah kerusakan
Biaya pemeliharaan rendah karena kegagalan hardware yang jarang sekali terjadi
Bertujuan untuk penggunaan secara umum
Dapat digunakan untuk bahasa tingkat tinggi
Kapasitas dan sistem penyimpanan yang baik
Serbaguna
lebih murah
Akurasi yang lebih baik
Produksi komersial meningkat
Mouse dan keyboard sudah mulai digunakan

Kekurangan :
1.      Memerlukan AC
2.      Membutuhkan Teknologi yang sangat canggih untuk pembuatan chip IC

·      Generasi Keempat (Sejak tahun 1970)

Hasil gambar untuk komputer Large Scale Integration
           Sejak tahun 1970, ada dua perkembangan yang kemudian dianggap sebagai komputer generasi keempat, yang pertama adalah penggunaan Large Scale Integration (LSI) atau disebut juga dengan nama Bipolar Large Scale Integration. LSI merupakan pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah Chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkaian terpadu (IC). LSI kemudian dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration). Yang kedua adalah dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan microprocessor dan semiconductor yang berbentuk chip untuk memori komputer (internal memory), sedang komputer generasi sebelumnya masih menggunakan magnetic core storage.
Sejarah perkembangan komputer generasi keempat dimulai dengan penemuan mikroprosesor.[18] Mikroprosesor ini berisi ribuan sirkuit terpadu atau integrated circuit (IC). Ted Hoff menghasilkan mikroprosesor pertama pada tahun 1971 untuk Intel dan dikenal sebagai Intel 4004. Teknologi sirkuit terpadu telah meningkat secara cepat dan dibuktikan dengan perancangan LSI (Large Scale Integration) sirkuit dan VLSI (Very Large Scale Integration) sirkuit. Dengan adanya teknologi tersebut, maka anda akan mendapatkan ukuran komputer yang jauh lebih kecil. Ukuran Mikroprosesor modern biasanya hanya satu inci dan dapat berisi jutaan sirkuit elektronik. Contoh-contoh komputer generasi keempat adalah Apple Macintosh dan IBM PC.
           Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dan sebagainya. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja,cara-cara baru untuk menggali potensi terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil,komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak,informasi,dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas.
         Dengan menggunakan perkabelan langsung, yang disebut juga LAN (Local Area Network), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
Adapun ciri-ciri komputer generasi keempat, yakni :
1.      Menggunakan MOS (Methal Oxcide Semi Conductor)
2.      Menggunakan memori yang sangat besar
3.      Memiliki kecepatan dalam mengolah data
4.      Ukurannya menjadi sangat kecil[19]
Dengan perkembangannya yang semakin canggih, maka sampai saat ini telah banyak dirasakan manfaatnya dalam berbagai bidang kehidupan, seperti berikut ini:
1.      Robot dan otomasi industri
2.      Otomasi perkantoran
3.      Telekomunikasi
4.      Sistem keuangan elektronik
5.      Komputer pribadi
6.      Sistem informasi ke rumah
7.      Surat elektronik dan konferensi jarak jauh
8.      Kecerdasar buatan.[20]
Selain itu, adapun kelebihan dan kekurangan komputer generasi keempat, yakni :
Kelebihan :
1.      Lebih kuat dan dapat diandalkan dibandingkan generasi sebelumnya
2.      Ukuran yang jauh lebih kecil
3.      Kekuatan pemrosesan yang cepat dengan konsumsi daya yang lebih kecil
4.      Menggunakan kipas untuk pemakaian dan menjaga suhu komputer itu sendiri
5.      Tidak memerlukan AC
6.      Benar-benar untuk tujuan umum
7.      Produksi komersial
8.      Tidak terlalu membutuhkan perbaikan secara rutin
9.      Termurah di antara semua generasi
10.  Semua jenis bahasa tingkat tinggi dapat digunakan dalam komputer
Kekurangan:
1.      Teknologi yang sangat canggih dan terbaru diperlukan untuk pembuatan Mikroprosesor

·      Generasi Kelima

Hasil gambar untuk komputer Superkonduktor



       Mendefinisikan komputer generasi kelima (ke-V) menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Komputer generasi kelima sedang dalam perkembangan. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001 : Space Odyssey. Hal menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima.
         Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah Teknologi Superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
      Jepang adalah negara yang mempelopori perkembangan komputer generasi kelima, Jepang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Bila berhasil, komputer generasi kelima akan dapat menterjemahkan bahasa manusia, manusia dapat bercakap-cakap langsung dengan komputer, penghemat energi komputer, dapat melakukan diagnosa penyakit yang lebih akurat dan lain sebagainya.[21]
           Para ilmuwan bekerja keras pada komputer generasi ke-5 dengan beberapa terobosan. Hal ini didasarkan pada teknik AI (Artificial Intelligence). Komputer bisa memahami kata-kata yang diucapkan & meniru nalar manusia. Dapat merespon lingkungannya menggunakan berbagai jenis sensor. Para ilmuwan terus bekerja untuk meningkatkan kekuatan pemrosesan komputer. Mereka mencoba untuk menciptakan sebuah komputer dengan IQ nyata dengan bantuan pemrograman canggih dan teknologi. IBM Watson computeris salah satu contoh komputer yang begitu canggih. Komputer generasi kelima diharpkan mempunyai kemampuan “kecerdasam buatan”. Komputer ini akan mempunyai kepandaian yang menyerupai kepandaian manusia yang nantinya merupakan ciri-ciri dari komputer generasi kelima.[22]
     Komputer portabel pertama yang menyerupai laptop modern diperkenalkan oleh Apple Powerbooks, dengan built-in trackball, dan kemudian trackpad, dan berlanjut ke opsional warna layar LCD. IBM ThinkPad sebagian besar terinspirasi oleh desain Powerbook, dan PowerBook akhirnya digantikan oleh yang modern MacBook. Banyak dari evolusi komputer portabel telah diaktifkan oleh evolusi mikroprosesor, display LCD, teknologi baterai dan sebagainya. Evolusi ini akhirnya memungkinkan komputer yang lebih kecil dan lebih portabel dari laptop, seperti PDA, tablet, dan smartphone. Kemudian, tentu kemajuan dalam sejarah perkembangan komputer di teknologi modern akan lebih merevolusi komputer di masa depan.

6.    Kemungkinan  Komputer  Masa  Depan



       Dengan Teknologi Komputer yang ada saat ini, agak sulit untuk dapat membayangkan bagaimana komputer masa depan. Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita seakan sudah dapat “menggenggam dunia”. Dari sisi teknologi beberapa ilmuwan komputer meyakini suatu saat tercipta apa yang disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan protein sitetis.Robot yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia tiruan. Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini yaitu mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh komputer yang akan datang.
Secara prinsip ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah dan memiliki kemampuan diantaranya melihat, mendengar, berbicara, dan berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia. Ini berarti komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku manusia. Kelebihan lainnya lagi, kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi, bisa berkomunikasi langsung dengan manusia, dan bentuknya semakin kecil.Yang jelas komputer masa depan akan lebih menakjubkan.[23]
B.  Guru
a.    Pengertian Guru
Guru dalam bahasa jawa adalah menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakkini sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan ditiru artinya seorang guru harus menjadi suri teladan (panutan) bagi semua muridnya.
Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan.
Guru sebagai pendidik dan pengajar anak, guru diibaratkan seperti ibu kedua yang mengajarkan berbagai macam hal yang baru dan sebagai fasilitator anak supaya  dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal,hanya saja ruang lingkupnya guru berbeda, guru mendidik dan mengajar di sekolah negeri ataupun swasta.
Adapun pengertian guru menurut para ahli:
1.    Menurut Noor Jamaluddin (1978: 1) Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
2.    Menurut Peraturan Pemerintah Guru adalah jabatan fungsional, yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.
3.    Menurut Keputusan Men.Pan  Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah.
4.    Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

b.  Peran dan Fungsi Guru
Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997).
Adapun peran-peran tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
2.    2.    Guru Sebagai Pengajar
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu: Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis, Mensintesis, Bertanya, Merespon, Mendengarkan, Menciptakan kepercayaan, Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan media untuk mengkaji materi standar, Menyesuaikan metode pembelajaran, Memberikan nada perasaan.
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.
3.    3.    Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
Sebagai pembimbing perjalanan guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut:
·         Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai.
·         Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka harus terlibat secara psikologis.
·         Guru harus memaknai kegiatan belajar.
·         Guru harus melaksanakan penilaian.
4.    Guru Sebagai Pemimpin
Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam.
5.    Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran
Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.
6.    Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum.
Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri.
Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
7.    Sebagai Anggota Masyarakat
Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat.
8.    Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
9.    Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.
Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
10.    Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik.
11.    Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.
Akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilaianya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya.
12.    Guru Sebagai Emansipator
Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri.
13.    Guru Sebagai Evaluator
Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
14.    Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator.
Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang harus serba bisa dan serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik.
Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. Peran-peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. Dia harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran guru. Bila tidak, maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran.

c.  Kompetensi Guru
Menurut Mulyasa kompetensi adalah perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Menurut Muhaimin, kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran, ketetapan, dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan, teknologi maupun etika. Menurut Muhibbin Syah kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian kompetensi guruadalah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya menurut Muhibbin Syah, dikemukakan bahwa kompetensi guru adalahkemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Kompetensi guru juga dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya . Menurut Mulyasa kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, sosial, spiritual yang secara kaffah membentuk kompetensi standar profesi guru yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi dan profesionalisme.

Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawai dalam melaksanakan profesinya. Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru.

Guru sebagai agen pembelajaran diharapkan memiliki empat jenis kompetensi guru. Empat kompetensi tersebut yakni kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan kompetensi profesional.
Sebelum membahas tentang kompetensi sosial dan kepribadian, penulis uraikan secara singkat tentang kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.

Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”
Bahwa guru yang profesional itu memiliki  empat kompetensi atau standar kemampuan yang meliputi kompetensi Kepribadian, Pedagogik, Profesional, dan Sosial.  Kompetensi guru adalah kebulatan pengetahuan , keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.  Sebagai agen pembelajaran maka guru dituntut untuk kreatif dalam mnenyiapkan metode dan strategi yang cocok untuk kondisi anak didiknya, memilih dan menetukan sebuah metode pembelajaran yang sesuai dengan indikator pembahasan.  Dengan sertifikasi dan predikat guru profesional yang disandangnya, maka guru harus introspeksi diri apakah saya sudah mengajar sesuai dengan cara-cara seorang guru profesional.  Sebab disadarai atau tidak banyak diantara kita para pendidik belum bisa menjadi guru yang profesional sebagai mana yang diharapkan dengan adanya sertifikasi guru sampai saat ini.      
1.    Kompetensi kepribadian
Adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.  Sub kompetensi dalam kompetensi kepribadian meliputi :
  • Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  • Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan  kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etod kerja sebagai guru.
  • Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemamfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  • Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadappeserta didik dan memiliki perilaku yangh disegani.
  • Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputibertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
2.    Kompetensi Pedagogik
Kemampuan pemahaman terhadappeserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.  Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :
  • Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  • Merancang pembelajaran,teermasuk memahami landasan pendidikan  untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar ( setting) pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi merancang dan melaksanakan  evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan denga berbagai metode,menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  • Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan  berbagai potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan memfasilitasipeserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.
3.  Kompetensi Profesional                   
Adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulummata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.  Sub kompetensi dalam kompetensi Profesional adalah :
  • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi yang meliputi  memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar nmata pelajaran terkait, dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menguasai struktur dan metode keilmuan yang meliputi menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk membperdalam pengetahuandan materi bidang studi.
4. Kompetensi Sosial
adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar
Kode etik Guru dan Dosen
                Kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Isi Pokok Kode Etik Guru dan Dosen :
  • Kewajiban beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Menjunjung tinggi hukum dan peraturan yang berlaku
  • Mematuhi norma dan etika susila
  • Menghormati kebebasan akademik
  • Melaksanakan tridarma perguruan tinggi
  • Menghormati kebebasan mimbar akademik
  • Mengukuti perkembangan ilmu
  • Mengembangkan sikap obyektif dan universal
  • Mengharagai hasil karya orang lain
  • Menciptakan kehidupan sekolah/kampus yang kondusif
  • Mengutamakan tugas dari kepentingan lain
Pelanggaran terhadap kode etik guru dan dosen dapat dikenai sanksi  akademik, administrasi dan moral.
5.  Guru Profesional
1)   Pengertian Guru Profesional
Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional. Guru yang demikian adalah yang secara internal memiliki empat kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

2)   Kompetensi Guru
Pada dasarnya, terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru  ini sangat berkaitan dengan 4 kompetensi tersebut. Pada hakikatnya guru merupakan profesi, yang mana profesi itu sendiri merupakan pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus, yang bertujuan memberi pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan mendapat imbalan tertentu. Sedangkan profesional sering diartikan sebagai suatu keterampilan teknis yang berkualitas tinggi yang dimiliki oleh seseorang. (Iskandar,2009)
Kompetensi Guru juga merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Berikut akan dijelaskan tentang ke empat kompetensi diatas :
a)    Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Secara substantif kompetensi ini mencakup kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Secara rinci masing-masing elemen kompetensi pedagogik tersebut dapat dijabarkan menjadi subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
  • Memahami peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memamahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik.
  • Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidik-an untuk kepentingan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • Melaksanakan pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: melaksanakan evaluasi (assess-ment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode: menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  • Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengem-bangkan berbagai potensi nonakademik.
b)   Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci setiap elemen kepribadian tersebut dapat dijabarkan menjadi sub kompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
  • Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai pendidik; dan memeliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  • Memiliki kepribadian yang dewasa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik.
  • Memiliki kepribadian yang arif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  • Memiliki kepribadian yang berwibawa. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
  • Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
c)    Kompetensi Profesional
Kompetensi professional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum matapelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
Secara rinci masing-masing elemen kompe-tensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut:
  • Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau kohe-ren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk me-nambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
d)   Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
  • Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. c. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
C.  Hubungan Komputer dan Guru
Guru dan komputer untuk sekarang ini, sangat saling berhubungan dikarenakan semua kegiatan yang dilakukan guru dimasa sekarang selalu menggunakan komputer, walaupun tidak semuanya kegiatan menggunakan komputer, tetapi banyak sekali kegiatan yang berhungan dengan komputer diantaranya sebgai alat pembelajaran.



Adapun keuntungan memanfaatkan komputer di dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
Manfaat komputer untuk guru dalam pendidikan, yaitu:
1      Pendidik dapat memiliki variasi mengajar dengan menggunakan komputer. Menurut Sudjana dan Rivai (1989) ada beberapa model pembelajaran dengan komputer, yaitu model latihan dan praktek (drill and practice), model tutorial (tutorials), model penemuan (problem solving), model simulasi (simulations), dan model permainan (game). Model pembelajaran ini dapat digunakan pendidik dalam kegiatan pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik sehingga dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan  mereka.
2   Kemampuan belajar peserta didik dapat meningkat dengan adanya fasilitas komputer. Mereka dapat mengerjakan tugas - tugas dengan kreatif melalui komputer karena komputer mampu menampilkan teks, warna, gerak, suara, video, gambar dan lainnya.
3  Kecerdasan psikomotorik siswa dapat terangsang dengan adanya pendidikan yang berbasis teknologi. Siswa dapat menentukan jenis atau arah pendidikan yang mana yang bermanfaat baginya untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.
4  Komputer adalah media atau alat bantu untuk memudahkan pekerjaan. Akan tetapi, kunci terciptanya kualitas pendidikan yang baik adalah dari dalam diri pengguna komputer tersebut baik pendidik maupun peserta didik. Tanpa adanya kemauan dan ketekunan dari peserta didik, untuk belajar, komputer  hanya akan menjadi benda mati atau pajangan yang tidak memiliki manfaat.
       Adapun manfaat komputer lainnya bagi seorang guru adalah untuk mempermudah proses pembelajaran, dan juga mempermudah pengolahan data yang berkaitan erat dengan siswa.


DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, Deni. 2012. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Jogiyanto. 1988. Pengenalan Komputer. Yogyakarta : Andi Offset.
Nugroho, Eko. 1990. Pengenalan Komputer. Yogyakarta : Andi Offset.
Internet, http://fauzanmaverick.wordpress.com/2010/08/15/sejarah-komputer-dari-generasi-pertama-hingga-sekarang/.Di unduh Kamis, 9 Maret 2016
Kurni AF, Septi. 2014 Sejarah Perkembangan Komputer, (online) (http://makalahsejarahkomputer2014,blogspot.nl/, diakses, Maret 2016)
Nurdin, Muhammmad. 2010. Kiat Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta: AR. Ruzz Media Group
Ratnasari, Amelia. 2012. Makalah Guru Profesional, (online), (http://amalia-ratnasari.blogspot.com/2012/06/makalah-guru-profesional.html#ixzz2MsiGLk1L, diakses, Maret 2016)

2 komentar: